Perut Noer Syaidah mengeluarkan Kawat

Ratusan Kawat Keluar dari Perut Noer Syaidah
Posted in Berita Utama by Redaksi on Juli 10th, 2008

Samarinda (SIB)
Noer Syaidah (40), wanita yang selama ini dikenal sebagai pengajar TK Al-Wardah di Kabupaten Kutai Timur, Kaltim, menderita penyakit aneh dengan keluarnya ratusan kawat dari dalam perutnya.
Dari perut alumni Fisipol Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda pada tahun 1991 itu telah keluar ratusan kawat besi yang tertancap di perutnya.
Bahkan, ada pula dua kawat yang terlihat tertancap di bagian dada, atau tepat di atas kedua buah dada wanita lajang yang tinggal di Jalan Merdeka III, Samarinda Ilir, Kaltim itu
“Sudah tidak terhitung lagi jumlah kawat yang keluar dari perut saya. Setiap kawat yang jatuh, saya kumpulkan, bahkan sebagian ada yang diambil dokter sewaktu saya berobat,” katanya.
Anak kelima dari enam bersaudara itu menceritakan penderitaan itu dialami sejak tahun 1991.
“Kejadian itu bermula saat saya tiba-tiba terkena penyakit di tahun 1991. Mulanya, terasa ada sesuatu dalam perut saya, tetapi saya menganggap hanya penyakit perut biasa,” katanya.
Namun, keanehan itu mulai terkuak ketika dari dalam perut Noer Syaidah tiba-tiba keluar kawat yang menembus dinding perutnya.
“Saya sempat shock dan tidak membayangkan saat melihat kawat besi keluar dari dalam perut saya. Saya masih tetap berusaha menahan rasa sakit, agar keanehan itu tidak sampai diketahui keluarga,” katanya.
Kawat besi yang tipis itu, kata aktivis sosial itu, sama persis dengan kawat yang biasa dipakai untuk mengikat besi cor bangunan.
“Saya sudah berusaha menyembunyikan penyakit aneh yang saya derita, tapi semua keluarga akhirnya tahu. Paling menyakitkan bagi saya, saat bapak saya akan meninggal, dia baru tahu kalau di dalam perut saya terdapat puluhan kawat dan tak lama setelah itu, bapak saya langsung meninggal,” katanya.
Setelah lima tahun menanggung penderitaan, berkat saran kerabat dan teman-temannya, kemudian ia meninggalkan Kota Samarinda, menuju Sangatta, Kabupaten Kutai Timur.
“Saya sudah berobat, baik secara medis maupun supranatural (alternatif). Ada saran dari orang pintar (paranormal) bahwa saya harus meninggalkan Kota Samarinda, jika perlu harus menyeberang lautan. Penyakit saya sempat hilang selama lima tahun di Sangatta, namun setelah kembali ke Samarinda, akhirnya kambuh lagi, bahkan lebih parah,” katanya.
Selain itu, ia mengaku pernah berobat secara medis kepada seorang dokter yang juga mengerti mengenai penyakit aneh. Setelah melalui proses rontgen, perutnya pun dibedah, namun prosesnya berlangsung lama, sebab kawat yang ada dalam perut terus bergerak seolah tahu kalau akan dikeluarkan.
“Bedah itu sempat berhasil mengeluarkan kawat-kawat kecil, tetapi kawat yang besar masih tetap berada di dalam perut saya, seperti sekarang,” katanya.
Setelah beberapa tahun kawat besi itu tidak keluar dari perut Noer Syaidah, pada tahun 2006 silam, penyakit aneh wanita tomboi itu justru semakin kambuh.
Kawat besi yang tertancap di perut Noer Syaidah saat ini sebanyak 26 buah, dua di antaranya berada persis di atas buah dada. Sementara, kawat yang melintang di dalam perut guru TK itu kata dia, sekitar tujuh hingga delapan buah.
“Setiap menjelang tanggal kelahiran saya yakni tanggal 9 Januari, kawat itu pasti bertambah. Saat ini, lebih 30 kawat baik yang keluar maupun yang masih melintang di dalam perut saya ini,” kata wanita kelahiran 9 Januari 1968 itu.
Bisa sembuh
Penyakit yang dialami Noer Syaidah (40) itu dinilai Direktur Rumas Sakit Umum Daerah (RSUD) AW Sjahranie Samarinda, Kaltim, Dr Ajie Syirafudin, sebagai penyakit yang baru pertama kali terjadi di Indonesia, dan bahkan dunia.
“Jika saya tidak melihat sendiri, mungkin saya tidak akan percaya. Secara medis, saya belum pernah menemukan ataupun membaca ada penyakit seperti itu,” katanya kepada ANTARA usai mengunjungi Noer Syaidah.
Penyakit serupa, katanya, bisa terjadi jika yang ada di dalam perut Noer Syaidah adalah cacing.
“Dalam ilmu kedokteran ada penyakit serupa, tapi bukan berupa besi melainkan gumpalan cacing. Tapi, kasus Noer Syaidah sudah di luar konteks ilmu kedokteran, sebab benda pada perutnya adalah platinum (besi) dan tidak ada teori yang menjelaskan tentang organ tubuh manusia bisa menghasilkan besi,” katanya.
Namun, ia optimistis bahwa penyakit aneh yang diderita Noer Syaidah bisa disembuhkan secara medis melalui pembedahan.
“Kami optimistis, bisa membantu mengeluarkan kawat besi yang ada di perut Noer Syaidah melalui proses pembedahan. Saya sudah mengambil sampel besi dari dalam perutnya, untuk kemudian diperiksa melalui laboratorium,” katanya.
Besi yang menancap dan tertanam di tubuh guru TK itu, katanya, tidak membahayakan organ tubuh Noer Syaidah. Namun, jika dibiarkan terus, tidak menutup kemungkinan akan merusak organ tubuh bagian dalam Noer Syaidah.
“Saya sempat memeriksa dengan meraba bagian perutnya dan memang terdapat beberapa besi tertanam dan yang terlihat secara kasat mata, ada 26 kawat menancap di perut dan dada. tetapi, kawat besi itu tidak mengganggu organ bagian dalam karena berada di bawah kulit. Namun, secara psikologis, sangat berpengaruh sebab penyakit itu sudah diderita Noer Syaidah selama 17 tahun,” katanya.
Sementara, Hj. Siti Robiah, kakak kandung Noer Syaidah, mengaku pasrah dengan penyakit yang dialami adiknya.
“Kami sudah pasrah sebab adik saya sudah menderita selama 17 tahun. Kami hanya meminta agar apa yang dialami adik saya itu tidak dieksploitasi, apalagi disangkutpautkan suku, agama maupun seseorang. Kami tidak mau menuduh ataupun menyalahkan siapa-siapa, sebab ini sudah menjadi takdir kami,” katanya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: