Bravo TVONE…. Blogger INdonesia PUnya SUara

images1

VS

tvone


Lativi versus tvone, bukan yang menang..tapi yang bertahan dan yang menang

images1

VS

tvone

Molor
Sudah lebih dari 1 bulan ide ini kupending untuk direalisasi, tapi seiring aku nikmati dirimu, seketika itu juga semakin tambah materi yang harus ku IN ke dalam memory penambah motivasiku untuk menulisnya. Yang paling masuk dalam long term memory ku adalah 21 Februari…entah kenapa aku sempat melihat tanggal ini terpampang di salah satu clip programmu. BTW…inilah penilaian seorang Blogger

Ganti Merek
Dari Lativi, yang dimiliki mantan menteri abdul lathif menjadi TVone. Terkait nama lativi, dugaanku gini nih: nama stasiun tv ini mengambil sebagian nama pemiliknya (lathif-vi). Clearkan?! Memang dan tentu saja, bergantinya nama sebuah produk atau logo tentu merupakan keputusan yang dipandang krusial dalam bisnis. Lha terus kenapa ganti? Gini-gini..kenapa teroris punya banyak nama? Ya karena dia/mereka ingin dirinya dianggap bukan pihak yang coba ditutupinya itu. Saya kira..Industri TV swasta menuntut para pemainnya untuk lebih tepat (tidak hanya cepat) dalam mengambil keputusan binis terkait pergantian merek ini.

Alasan ganti merek
1. Brand Identity
Kalo brand identity lativi baik…atau minimal tidak jelek lah..maka mengganti merek menjadi TVone haruslah memiliki alasan strategis yang kokoh. Kenyataannya, Lativi memiliki brand identity yang buruk disebabkan beberapa alasan, diantaranya:
Namanya itu sendiri, Lativi. Ketika mendengar lativi, asosiasi yang muncul di benak saya waktu itu adalah stasiun televisi swasta yang berhubungan dengan La…apa ya La..apa la fea (betty la fea), waktu itu saya gak tahu siapa ownernya. Bandingkan dengan RCTI (Rajawali Citra Televisi Indonesia), TPI (Televisi Pendidikan Indonesia), SCTV (Surya Citra Televisi), Indosiar (Indo-Siar), Trans . Kelima stasiun swasta ini memiliki kelebihan dari Lativi dari sisi mudah dipersepsikan. Ayo…siapa yang tidak tahu Rajawali; siapa yang gak dong maksud citra; siapa yang gak faham arti pendidikan, dan siapa yang gak pernah dengar siar-an. Bayangkan kalo orang arab yang baca lativi…tentu konotasi dari penyebutan/penulisan yang muncul adalah negatif karena mengandung arti tv-tidak.
2. Teguran dari KPI.
Lativi memang kerap mengundang perhatian KPI, bagaimana tidak…tercatat 9 program acaranya yang terkena “sensor”. Program-program tersebut antara lain: The Scenes, Tikam, Investigasi, Jejak Malam, Rahasia Malam, Komedi Ayam Jago, Curhat, Baywatch, dan Sinema Dini Hari. NHaaaaaa ini..ada program “esek-esek” yang menjadi cikal bakal diliriknya Tukul the arwana menjadi host supermahal saat ini. Program esek2 yang saya maksud adalah program semacam cerpen yang pendek banget, mirip cerita kisah nyata, yaa gak jauh jauh dari sensualitas lah. Apa ituuu…KOMEDI AYAM JAGO…cerita2nya seputar perselingkuhan, seks ibu kos anak kos, kelainan seksual, dsb. Kemudian di akhir acara, OM Tukul dengan gaya tangannya yang menyasak rambutnya ke atas (seperti Guile street fighter), menarik telinganya, menarik moncong berharganya, dan tepuk tangan monyetnya…memberi wejangan..”makanya, kalo sudah beristri harus..bla bla bla”. STOP..sampe sini aja deh KAJnya. Yang pasti menurut saya pencari-pencari bakat host unik yang menjulangkan nama artis seperti tukul, dorce, farhan, adalah mereka yang cukup atau sangat faham karakteristik industri pertunjukan.
OK, kembali lagi…strategi positioning “kami memang beda” Lativi dulu berimbas kepada taktik konten acaranya yang berbeda dibanding stasiun tv lain, yaitu, “bisnis” esek-esek tengah malam yang mudah2an hanya ditonton orang dewasa yang gak ada kerjaan selain nonton tv.
Diluar harapan Lativi tentunya, ternyata strategi bersaingnya menjadi boomerang bagi kemajuan bisnisnya. KPI mendesak dengan teguran keras agar program-program tersebut diperbaiki. Alasannya,walau acaranya di tengah malam, toh itu tidak menjamin anak2 tidak bisa menontonnya. Lagipula yang dipermasalahkan KPI bukan waktu penayangan, tapi konten acaranya menonjolkan unsur kecabulan, mengandung muatan mesum, mengeksploitasi sensualitas, melecehkan kaum perempuan sebagai objek seks serta mengabaikan nilai-nilai yang ada dalam agama.
3. Smack Down
Masih inget doong…John Cena, REY MISTERIO, KURT ANGLE, LISA, dll. Yup..mereka adalah tokoh-tokoh gulat eksyen Smack Down. Saya pisahkan smack down dari pembahasan acara pada poin 2 karena smack down memberi “angin” hembusan panas terhadap perkembangan mental anak-anak Indonesia. Bayangkan! Di tiga daerah berbeda di Indonesia…Balikpapan, Bandung, Kendari. Ada 3 anak2 korban smack down…maksudnya korban perilaku imitasi aksi smack down, yang menghasilkan patah tulang kaki Fikrotul Haq anak Ketua Komisi 4 DPRD Balikpapan; copotnya persendian pinggul Nabila Akmal; kepala bocor dan muntah-muntah yang dialami Muhammad Ardianto. GRRRRRRR…orang tuanya pasti sedih anak2nya jadi korban rasa ingin ikut2an aksi panggung smack down.
TERcoreng lagi deh si la feativi…eh latifi
4. LOGONYA noraK.. dimata sy norak…warnanya tidak cerah…sepertinya kolot.

images1

SETUJUUUUUUU!!!

5. Kurang kreatif
Ini yang paling Nampak, ketika tahu preferensi konsumsi konsumen televise Indonesia, dengan gampangnya lativi menyerah dengan kondisi pasar yang berorientasi “senang2” ini. Saya kutipkan pernyataan pemilik latifi saat itu, Pak Abdul Latief yang menyatakan permintaan maafnya atas program siaran Lativi yang bermasalah. Dia pun menjelaskan, bahwa tayangan-tayangan itu merupakan salah satu sumber utama pendapatan iklannya. Hal ini, kata Dia, dilakukan agar dapur usaha TV-nya tetap berasap. “Kalau hal itu dianggap bermasalah, maka kami minta maaf, kita salah,” ujar mantan menteri tenaga kerja era pimpinan Soeharto ini.
Kalo dilihat TVone sekarang, sepertinya dapur usaha tvOne tetap berasap, lebih jauh lagi target menjadi yang terbaik dalam jangka waktu 1 tahun sepertinya cukup terpenuhi.

Sekarang kita beralih ke TVone, apa sih yang dilakukan TVone –dalam hal ini pihak manajemen- sehingga TVone menjadi stasiun televise yang atraktif di mata pemirsa Indonesia. Berikut ini pengamatan saya:

1. Nama tvone itu sendiri sudah merupakan sebuah competitive advantage dari sisi mudah diingat konsumen, digathuk2e (sportone, soccerone), dan dipakai pengingat seluruh kru tvone sendiri tentang tujuan setahun nomor satunya.
2. Maskot…pentingnya sebuah maskot bagi identitas dan differensiasi dalam menghadapi persaingan usaha dewasa ini, telah membumbungkan TVone menjadi stasiun televisi yang lebih diaware eksistensi dan perbedaannya dibanding . Bandingkan dengan ikan terbangnya Indosiar, Rajawali mata sinar x-nya RCTI, Bang ONE punya nuansa yang Indonesia banget tapi jurnalisnya juga kelihatan. Dengan dandanan wartawan, kadang bawa kamera, berkacamata, hidung bakso, kumis lintah, rambut cepak, pendek (orang Indonesia awal), rompi wartawan, nah itu cukup membuat kebercokolan tokok Bang One di benak pemirsa tv Indonesia. Oiya …kenapa harus wartawan Indonesia yaa…ya karena TVone statsiun tv yg target pasarnya orang yang domisili di Indonesia. Kalo wartawan, ini terkait strategi bersaing yang dipilih TVone ketika berubah dari Lativi. Kalo Lativi mementingkan bertahan hidup, maka TVone dengan kreatifitasnya memilih memimpin. Satu tahun adalah target waktu, lalu apa yang coba dipositioningkan tvOne selama setahun ini. Berikut kutipannya
“Nama tvOne dipilih karena secara individu dan korporasi diharapkan stasiun televisi ini bisa menjadi nomor satu,” ujar Erick. (Erick Tohir, Dirut tvOne)
Ia mengatakan Lativi akan berubah secara resmi menjadi tvOne mulai Kamis, 14 Februari dengan mengandalkan 70 persen porsi pemberitaan, 30 persen berita olahraga dan hiburan yang terseleksi.

Bang One mirip karni ilyas yaa…hehehehe

3. Warna
Warna dominant merah menunjukkan keberanian dalam memberikan informasi, agresifitas yang diperlukan dalam persaingan usaha juga diwakili dengan warna ini. Ingat kata Al Ries…warna merah terlihat lebih menarik dibanding warna lain karena bayangan warna merah tampak mendekati (menyolok) penglihatan orang yang melihatnya, lawan dari warna ini adalah biru. Makanya pepsi dominan biru karena coca cola dominan merah. Inilah yang dimaksud Al Ries, memilih warna yang berbeda dari pesaing utama, apalagi kalo bisa menjadi lawan warnanya, itu lebih penting daripada memilih warna dominan yang menunjukkan identitas produknya itu sendiri. Kalo pandangan Al Ries ini mau diterapkan, maka RCTI adalah yang dimaksud tvOne.

4. Inovasi tvone

Ini dia yang gue banget…saya penyuka belajar, tapi gak suka sekolah. Saya penyuka keseriusan tapi gak suka pembawaan yang serius. Maksud saya:

  • Cuma tvone -skrg ini- yg bisa mengakomodasi persepsi ideal saya tentang sebuah pembawaan berita. Penampilan bang One yang sering ditanya pendapatnya tentang suatu topic, lalu penyampaiannya dengan animasi bang one. NO voice, just read the text. Ini tentu lebih gampang karena gak perlu pake dubing. Tapi toh konten berita tetap oke, walau konteksnya animated banget. Inilah yang dimaksud differensiasi dari sisi konten maupun konteks Hermawan Kartajaya.
  • Bang one lagi, saking kuatnya manfaat yang didapat tvone dari maskot ini, sampai-sampai akan ada acara yang dibawakan bang one, kontennya ya pembahasan suatu topic dengan narasumber tertentu yang mau gak mau (saya kira para narasumber nanti tetap enjoy mengalami proses penyiaran berita ala tvone) harus tahu tata cara berdialog dengan bang one yang anime itu. Di program acara ini, bang one sudah di dubbing,,, gak tahu pake suara siapa? SIapa sih tvone , orangnya yang ngisi suara bang one itu.
  • PaDA APA KABAR Indonesiaku, buat saya…daya tarik acara ini ada di awal acara yang menunjukkan dua pembawa acara yang membawa banyak Koran-koran local. Memperlihatkan berita utama Koran 2 itu, lalu salah satu atau beberapanya menjadi bahasan apa kabar Indonesia. Seingat saya, kasus syekh puji yang sang pengusaha gak bisa diwawancara itu, berawal dari aksi memperlihatkan berita utama salah satu media cetak pada acara Apa Kabar Indonesia (AKI) ini.
  • Masih AKI, konten AKI yang bersifat klarifikasi…membuat pemirsa tahu benar, atau minimal merasa tahulah, tentang kejadian sebenarnya dari sudut pandang (biasanya) korban. Beberapa kasus yang pernah dibahas seperti kasus pelecehan seksual di sebuah SMA di Jkt oleh pengajar olahraga sewaan, kasus larangan bercadar bagi karyawati sebuah rumah sakit swasta, kasus korban chating (YM/facebook) yang menyebabkan hilangnya seorang anak perempuan, kasus Hanung Bramantyo vs MUI karena perempuan berkalung sorban, MUI vs Yogamania(disini diwakili happy salma), dll. Ehiya…ada yang menarik juga nih, waktu itu sedang membahas tentang komunitas pecinta film jepang yang sarat efek kamera. Seperti film Satria Baja Hitam, Superone, robot2 …aaahh masa gak tahu sih maksudnya. Hehe..saya ketawa karena kelihatan konyol aja gitu…ada tokoh superheronya sih…keluarin jurus2 lucu…
  • Backpacker, pertama lihat acara ini …yang mendorong saya untuk ingin melihat acara ini lagi adalah…apa hayoo…ituloh…hitungan biayanya… kok bisa2nya ada ide tentang kebutuhan akan informasi biaya yang memang baru disadari pemirsa ketika sebuah produk diluncurkan. Siapa dulu yang minta walkman, Honda, dll, setelah muncul…konsumen baru sadar bahwa mereka memiliki kebutuhan yang solusinya dimiliki produk2 inovasi baru itu.
  • Bincang2 di lokasi umum, terbuka, seperti (kayaknya sih) di senayan. Wong banyak orang jogging waktu itu, lalu ada pembahasan mengenai DI/TII dan yang lain. Ada bandnya juga euy…aneh kan..bukan aneh tapi ini ideal di mata orang “aneh” kayak saya. Serius konten dengan konteks santai, sip Coy..differensiasinya.
  • Gaza…ini dia… Cuma manusia seperapat yang bilang tindakan membunuh manusia lain tanpa ampun, dengan korban wanita, anak2, orang tua, merupakan tindakan membela diri. Bego banget deh.. sudah jelas itu massacre, pembantaian etnis, pemusnahan manusia, bentuk NAZI-isme modern, kok masih juga ada yang ragu. Setahu saya, dari hasil browse di mana2…jarang (supaya bilang gak pernah ada) ada berita yang menyebutkan..aksi si Hamas kirim roket menghasilkan kerusakan yang WAH…apalagi sampai menimbulkan korban jiwa berpuluh2 orang. Stop stop stop….lalu apa kaitannya dengan tvone…hehehe…iya..jadi lupa…ya tvone jadi peliput pertama dan terdepan mlebu Gaza. Ismail Fahmi dan Firtra (koreksi kalo salah sebut nama ya) jadi muka sepet (kayaknya jarang mandi) yang sering menghiasi layer tvone di rumah kami. Tapi…SIPPP liputannya baguuuss…walaupun ada juga tv lain yang ikut2an ke Gaza, tapi yang pertama (sebagaimana istri pertama) selalu memiliki nilai lebih dari yang lain, yaaa setidaknya dari sisi lebih dulu dan tentu lebih memamhami karena lebih pengalaman.
  • ACARA buka kartu, kok ada yaa ide gini…saya tidak tahu nama acaranya apa (kritik nih buat tvone…harusnya dikondisikan supaya pemirsa yang nonton acara apapun, selalu bisa menjawab pertanyaan “tadi nonton apa”?), tapi isinya bercerita/curhat (bukan curhat latifi yg isinya bernuansa SEKS terus itu), para kru liputan…. Ada ismail fahmi, firtra, terkait liputan gaza. Ada si pembawa backpack, terkait acara backpacker…cerita digodain bencong juga tuh…hahahaha…yayayaya gooodd.

Kok bisa inovatif, saya kira penjaringan ide dari pihak lain menjadi jawaban…selain mungkin tvone juga punya tim kreatif sendiri.

Silahkan bandingkan toko online beberapa statsiun tv di negeri ini…dengan klik ke link di bawah ini

TVONE, RCTI, SCTV, INDOSIAR, TPI, TRANSTV, TRANS7, ANTV, GLOBALTV

6 Tanggapan

  1. Sama nieh, demen tvone! Semenjak Lativi ganti TVone gw langsung pantengin terus tuh program2nya! TVone emang beda ama yang lain, yang banyakin sinetron ga’ mutu! Dari segi informasi jelas yang terupdate! Contohnya waktu tragedi kemanusiaan di GAZA, cuma TVOne yang bisa begini, sampe galangin dana online lagi ! Salut banget gw ! Apalagi di situ disiarin juga Liga Inggris walaupun yang ditayangin bukan kelas beratnya! Tapi minimal gw ga’ sampe kuper banget ! Pokoknya TVONE is NUMBERONE … Semoga makin dihati pemirsanya …

  2. hmmm
    analisis yang menarik

    yang saya suka banget dari TVOne cuman Apa Kabar Indonesia
    hueheheh

  3. Aku suka kabar pasar. dari namanya aja unik & kemasan acaranya juga enak. Aq ngefans banget ma Tina Tarisa, ternyata doi suaranya oke juga klo lagi nyanyi!!!

    Oh ya…. ada satu lagi yang unik di TVone, aku lupa nama acaranya pokonya intinya acara debat gitu menampilkan 2 kubu pro & kontra. pokonya unik dech!! Klo mau break, tandanya mukul lonceng!!! hehehehehe…… ada ada aja!

    Aq pernah nonton acara talk show yang waktu itu membahas tentang kontroversi Film “wanita berkalung sorban” gestar nya Imam Besar Istiqlal. hehehehe kasian dech host-nya yang cewe di skak mat ma narasumber. Pada nonton ngga??? Tp btw, Sukses terus buat tvOne!!!

  4. deket rumah gw tuh…Pulo Gadung….
    walau kantornya ga strategis tapi Tv One tetep no One,,,
    Bang Two (temenya bang One)

  5. Gw, salut ma tv one, gw slalu tuh nonton. Palagi kalo tentang palestina. Duh jg betah tuh nongkrong d dpn tv.. Beritanya objektif. Paling keren, wkt lakuin liputn dokumenter langsung ke camp palestna d lebanon, ini mah smakin ngebukti in kalo tv one, tv class internasional…

  6. Tv one emang lebih dominan beritanya sekarang, mirip m**** tv gt, cuma kok sepertinya lebih menarik TV one ya, Ups,,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: