HATI-HATI dengan LIRIK LAGU SOUNDTRACK PIALA DUNIA

Ketika pertama kali mendapat videoINI, MATA INI BERKACA KACA

Kenapa berkaca-kaca, karena ketika berdiskusi dengan teman anthropolog yang jago sejarah, saya jadi tahu banyak tentang penderitaan bangsa Indonesia akibat penjajahan dari bangsa barat. Dan mulianya kita.. adalah tetap berusaha menjadi mulia walau konsekwensinya adalah sering dijajah akibat pengkhianatan, tikaman dari belakang, penipuan, penelikungan perjanjian, yang terlalu sering dilakukan penjajah. Lirik lagu dari video K’NAAN ini mendorong saya untuk coba menerjemahkan agar Anda lebih mudah menangkap maksudnya. Bahwa penjajahan adalah pelanggaran HAM terbesar yang harus dihilangkan dari muka bumi. Itulah yang harus dilakukan OBAMA terhadap sikap dan tindakan ZIONIS Israel.


LIRIK

Saat aku bertambah umur, aku akan bertambah kuat
Mereka akan memanggilku kemerdekaan, seperti berkibarnya bendera

Saat aku bertambah umur, aku akan bertambah kuat
Mereka akan memanggilku kemerdekaan, seperti berkibarnya bendera
Dan kemudian itu kembali, kemudian itu kembali, kemudian itu kembali

Lahir untuk sebuah tahta, lebih kuat dari roma, namun rawan kekerasan, zona orang melarat
Tapi ini rumahku, saya sudah tahu semua. Dimana saya tumbuh, kita akan jelajahi jalan jalan. (yang dimaksud adalah negaranya)

Namun keluar dari kegelapan, aku datang dari tempat terjauh, diantara perjuangan hidup terberat.
Belajar dari jalan jalan tersebut, ini bisa jadi suram, kecuali jika tanpa kekalahan menyerah mundur.

Oleh karenanya kami berjuang, bertempur untuk dapat makan dan kami bertanya-tanya kapan kami akan merdeka
Lalu dengan sabar kami menunggu, untuk hari yang dijanjikan itu, hari yang tidak jauh, maka sekarang kami katakan

Saat aku bertambah umur, aku akan bertambah kuat
Mereka akan memanggilku kemerdekaan, seperti berkibarnya bendera
Dan kemudian itu kembali, kemudian itu kembali, kemudian itu kembali

Betapa banyak peperangan, penyelesaian skor, membawakan untuk kita janji janji, dan meninggalkan bagi kita kemiskinan.

Aku dengar mereka berkata, cinta adalah satu satunya jalan. Cinta adalah jawabannya, itulah yang mereka katakan.
Tapi lihat bagaimana mereka memperlakukan kita, membuat kita menjadi percaya

Kita bertempur untuk peperangan mereka, kemudian mereka menipu kita, lalu mencoba mengatur kita,
tapi mereka tidak mampu menahan kita sebab kita hanya bergerak maju seperti pasukan kerbau.

Dan kami berjuang, bertempur untuk dapat makan dan kami bertanya-tanya kapan kami akan merdeka
Lalu dengan sabar kami menunggu, untuk hari yang dijanjikan itu, hari yang tidak jauh, maka sekarang kami katakan

Saat aku bertambah umur, aku akan bertambah kuat
Mereka akan memanggilku kemerdekaan, seperti berkibarnya bendera
Dan kemudian itu kembali, kemudian itu kembali, kemudian itu kembali

Saat aku bertambah umur, aku akan bertambah kuat
Mereka akan memanggilku kemerdekaan, seperti berkibarnya bendera
Dan kemudian itu kembali, kemudian itu kembali, kemudian itu kembali

(oohh oohh oohh)
dan setiap orang akan menyanyikannya

(oohh oohh oohh)
dan kau dan aku akan menyanyikannya

(oohh oohh oohh)
and kita semua akan menyanyikannya
(oohh oohh oohh)

Saat aku bertambah umur, aku akan bertambah kuat
Mereka akan memanggilku kemerdekaan, seperti berkibarnya bendera
Dan kemudian itu kembali, kemudian itu kembali, kemudian itu kembali

Saat aku bertambah umur, aku akan bertambah kuat
Mereka akan memanggilku kemerdekaan, seperti berkibarnya bendera
Dan kemudian itu kembali, kemudian itu kembali, kemudian itu kembali

Saat aku bertambah umur, saat aku bertambah umur
aku akan bertambah kuat seperti berkibarnya bendera,
seperti berkibarnya bendera seperti berkibarnya bendera
bendera, bendera, seperti berkibarnya bendera.

BANDINGKAN DENGAN VIDEO INI YANG LIRIK DAN ARANSEMENNYA ADA BANYAK PERUBAHAN DAN AKHIRNYA MENJADI OST FIFA WORLDCUP ANTHEM.

JAUH SEKALI BUKAN.. ARTINYA.
Coba cek lagi di youtube OK

sumber
http://pak-andi.blogspot.com/2010/03/hati-hati-dengan-lirik-lagu-soundtrack.html

SUTJIPTO SOSRODJOJO: PRIBUMI (sosro) yang MENANTANG HEGEMONI ASING (coca cola)

VIVAnews – Generasi kedua kerajaan bisnis Teh Botol Sosro, Sutjipto Sosrodjojo, ternyata dikenal sebagai tokoh inovasi di industri makanan dan minuman. Setidaknya demikian menurut teman-teman pengusaha Sutjipto.

“Kami ikut berduka cita karena dia tokoh inovasi,” kata Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan Minuman Indonesia (GAPMMI) Thomas Darmawan di sela-sela Rapat Umum Anggota GAPMMI di Jakarta, 11 Maret 2010.

Thomas menjelaskan, pada 1970-1980, tidak banyak yang mengenal teh merek ini. “Tapi akhirnya produk ini menjadi terobosan dan menjadi produk nasional yang diakui di Kadin, yang setidaknya membuat gentar Coca-Cola,” kata Thomas.

Jadi, dia menambahkan, Sosro telah membuat inovasi yang hebat, walaupun asal usulnya dari orang Slawi, Tegal, Jawa Tengah.

Regenerasi di Sosro Company, menurut dia, patut dicontoh. Generasi ketiga Sosro yang saat ini menjalankan roda bisnis Sosro telah membuat beberapa perubahan.

“Saat ini, Sosro ternyata jadi leader. You lihat perusahaan multinasional yang dulu tidak kenal teh, akhirnya Coca-Cola buat yang namanya Fresh Tea, Unilever juga buat Lipton Tea, Nestle bikin teh Nest Tea,” kata Thomas.

Sutjipto meninggal dunia Rabu lalu pukul 01.15 di Rumah Sakit Mitra Kelapa Gading, Jakarta. Rencananya dia dimakamkan di pemakaman elit San Diego Hills, Karawang, Jumat pagi ini.